Persib Bandung
Kamis, 09 Desember 2010
Senin, 01 November 2010
Ad Astra Per Aspera
Senin, 09 Agustus 2010
Rabu, 28 Juli 2010
Jumat, 23 Juli 2010
Sejarah Viking Jakarta

Munculnya Viking Jakarta sebenarnya tidak jauh dari Viking Jabotabek, karena kami masih satu induk denan Viking Jabotabek. Viking Jakarta adalah sub-distrik dari Viking Jabotabek, sama halnya dengan Viking Bogor, Viking Bekasi, dan Viking Tangerang atau Viking Depok. Walaupun tanggal kebersamaan kami adalah tanggal 26 September 2006, maka bisa disebut tanggal berdirinya komunitas Viking Jakarta. Terbentuknya komunitas ini karena kebetulan domisili kami benar-benar di Jakarta. dalam viking jakarta tidak ada kepengurusan karena kami mengacu kepada kepengurusan Viking Jabotabek, tapi ada yang diseniorkan atau dituakan. selama ini semua anggota yang ada sekitar 250 orang. Jumlah tersebut masuk dalam keanggotan Viking Jabodetabek yang hampir mencapai 2500 orang..
Kami hadir karena kesamaan dalam hal domisili dan juga dalam kesetian dalam mendukung PERSIB BANDUNG. Kami adalah keluarga dalam organisasi ini terlebih lagi kami berada di perantauan dan juga di kota yang notabene ada suporter yang merupakan musuh bebuyutan Viking Persib Club, maka kami selalu mengadakan kegiatan rutin seperti futsal untuk merapatkan barisan dan mempererat kekeluargaan diantara kami, bahkan saling mengenalkan bagi yang belum mengenal satu dengan yang lain.
Seperti halnya keluarga tentunya masing-masing karakter dalam keluarga berbeda, karena individu yang ada di dalam wadah Viking Jakarta berasal dari beda suku dan daerah bukan hanya asli sunda, ada juga warga betawi, yogyakarta maupun medan. maka dari itu untuk memfasilitasinya kami cukup sering melakukan pertemuan baik itu di dalam kegiatan futsal atau kumpul2 bermain playstasion dikediaman kang Janu (Ketua Viking Jabodetabek),Gathering makan bersama dan lain-lain. Hubungan seperti inilah yang akan membuat kami Viking Jakarta akan selalu eksis di bawah bendera Viking Jabodetabek.
Bagi kami menjaga nama baik PERSIB BANDUNG adalah suatu kehormatan, kami akan selalu BIRU walaupun berada di negri ORANYE, akan terus eksis mendukung sang idola PERSIB BANDUNG, Dimanapun Kapanpun , walaupun didaerah musuh sekalipun karena kami bangga menjadi bobotoh PERSIB BANDUNG. PERSIB BANDUNG… nama itu akan kami bela sampai kapan pun.
Rabu, 21 Juli 2010
Sejarah Persib
WAKTU tampaknya berlalu sangat cepat hingga tidak terasa, tim kebanggaan masyarakat Bandung dan Jawa Barat, yaitu Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung, yang lebih dikenal dengan nama Persib, kini sudah memasuki usia 77 tahun pada 14 Maret 2010 lalu.
Menurut buku “Sejarah Lintasan Persib” yang dibuat oleh R. Risnandar Soendoro, lahir dan perkembangan Persib sendiri, tidak lepas dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Persib lahir pada 1933, di tengah rasa nasionalisme untuk memerdekakan diri dari cengkraman penjajahan Belanda. Persib menjadi salah satu akar perjuangan rakyat Bandung dan Jawa Barat ketika itu. Hingga sangatlah wajar, jika Persib menjadi bagian terpisahkan dari masyarakat Bandung dan Jawa Barat.
Sebelum bernama Persib, di Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) yang berdiri pada 1923. BIVB merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum naisonalis. BIVB biasanya melakukan pertandingan di lapangan Tegallega.
Namun, BIVB kemudian menghilang dan muncullah dua perkumpulan lain, yaitu Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetbal Bond (NVB).
Pada 14 Maret 1933, kedua perkumpulan ini sepakat bergabung dan lahirkan Persib. Saat itu pula, di Bandung juga berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori orang-orang Belanda yaitu Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO). Masyarakat juga lebih senang menonton pertandingan VBBO karena pertandingan biasanya digelar di dalam kota seperti UNI dan SIDOLIG.
Namun, perkumpulan yang sebelumnya berada di bawah VBBO, antara lain UNI dan SIDOLIG, kemudian bergabung dengan Persib. Bahkan, VBBO kemudian menyerahkan lapangan yang biasa mereka gunakan yaitu lapangan UNI, SIDOLIG (kini Stadion Persib), dan SPARTA (Stadion Siliwangi).
Saat pendudukan Jepang, Persib berganti nama menjadi Rengo Tai Iku Kai. Rongrongan kembali datang ketika pasukan Belanda yang kembali ke Indonesia, berupaya untuk kembali menghidupkan VBBO. Namun, Persib berdiri kokoh atas prakarsa dr. Musa, Munadi, H. Alexa, dan R. Sugeng.
Persib kemudian bisa bertahan dan eksis hingga sekarang ini, bahkan menjadi salah satu kekuatan sepak bola nasional. Semoga saja, Persib tetap langgeng dan terus mencetak prestasi. Amin.
Persib Punya Sejarah Gemilang
JIKA melihat perjalanan Persib Bandung selama mengikuti Kompetisi Sepak Bola Liga Indonesia yang dimulai sejak tahun 1994 sampai sekarang tahun 2005, boleh jadi Liga Indonesia I yang digelar tahun 1994-1995, merupakan tahun prestasi bagi Persib.
Pada LI perdana yang merupakan kompetisi gabungan dari peserta asal tim perserikatan dengan Galatama tersebut, Persib berhasil menorehkan tinta emas sebagai tim pertama yang memboyong Piala Presiden. Bermodalkan materi pemain tim juara kompetisi perserikatan tahun 1990, Persib yang dilatih Indra M. Thohir dan diperkuat para pemain lokal asal Bandung dan Jabar mampu menghempaskan tim asal Galatama Petrokimia Gresik yang saat itu telah dihuni tiga pemain asing Jacksen F. Tiago, Carlos de Mello, dan kiper Darryl Sinerine.
Pada partai final yang berlangsung 30 Juli 1995 di Stadion Utama Senayan Jakarta (kini Stadion Gelora Bung Karno), gol tunggal Sutiono membungkam perlawanan Petrokimia 1-0, untuk memastikan gelar juara. Saat itu Persib sangat produktif dalam mencetak gol. Dari 32 pertandingan selama putaran pertama dan kedua, mampu mengumpulkan 54 gol dan kemasukan hanya 15 gol.
Sebagai juara, Persib memiliki tiket untuk tampil diajang internasional mewakili Indonesia dalam Piala Champions Asia yang diikuti juara-juara liga di negara Asia. Prestasi Persib sebagai debutan ternyata tidak memalukan.
Menumbangkan juara Liga Thailand Bangkok Bank 2-0 di Bangkok dan kalah 1-2 di Bandung. Kemudian mengalahkan juara liga Filipina Pasar City 2-1 di Bandung dan 3-1 di Manila. Hasil ini membawa Persib lolos ke peremfat final.
Sayangnya meski tampil di depan dukungan ribuan bobotoh di Stadion Siliwangi, Ajat Sudrajat cs. takluk 1-3 dari juara liga Jepang Verdy Kawasaki, tumbang 2-3 dari juara bertahan Thai Farmers Bank dan takluk 1-4 dari juara liga Korea Selatan Ilhwan Chunwa. Meski gagal ke semifinal, pelatih Indra Thohir mendapat penghargaan dari AFC sebagai pelatih terbaik Asia.
Catatan sejarah sepanjang tahun 1994-1995 ini, bisa jadi bakal sulit untuk diulangi lagi. Entah kapan lagi Persib bisa menunjukkan keperkasaannya di Liga Indonesia. Hingga Liga Indonesia X, Persib tidak pernah lagi juara. Bahkan saat itu Persib sudah menggunakan para pemain asing yang berasal dari Cile, Paraguay, Uruguay dan Argentina, namun tetap saja tidak bisa menyamai prestasi Robby Darwis dkk.
Setelah juara LI I, prestasi Persib cenderung turun. Pada empat kali Liga yaitu LI V tahun 1998/1999, LI VI (1999/2000), LI VIII 2001/2002 dan LI IX (2002/2003) Persib nyaris jatuh ke jurang degradasi.
Pada LI V, Persib lolos dari degradasi setelah pada pertandingan terakhir mengalahkan tuan rumah Persita Tangerang di Stadion Benteng Tangerang. Persita yang akhirnya terjun ke jurang degragasi. Begitu juga pada LI IX, Persib harus bertanding di babak play off bersama Persela Lamongan, PSIM Yogyakarta, dan Perseden Denpasar. Untung Persib kembali lolos dari degradasi setelah mengalahkan Persela dan PSIM dengan angka 1-0, kemudian imbang 4-4 dengan Perseden. Pada LI X Persib hanya menempati posisi keenam klasemen.
Prestasi Persib
| 1993 | Runner Up | Kompetisi Perserikatan tahun 1933 |
| 1934 | Runner Up | Kompetisi Perserikatan tahun 1934 |
| 1936 | Runner Up | Kompetisi Perserikatan tahun 1936 |
| 1937 | Juara | Kompetisi Perserikatan tahun 1937 |
| 1950 | Runner Up | Kompetisi Perserikatan tahun 1950 |
| 1959 | Runner Up | Kompetisi Perserikatan tahun 1959 |
| 1961 | Juara | Kompetisi Perserikatan tahun 1961 |
| 1966 | Runner Up | Kompetisi Perserikatan tahun 1966 |
| 1983 | Runner Up | Kompetisi Perserikatan tahun 1982/1983 |
| 1985 | Runner Up | Kompetisi Perserikatan tahun 1984/1985 |
| 1986 | Juara | Kompetisi Perserikatan tahun 1986 |
| 1990 | Juara | Kompetisi Perserikatan tahun 1990 |
| 1995 | Juara | Liga Indonesia I tahun 1994/1995 |
| 1995 | Perempatfinal | Piala Champions Asia tahun 1995 |
| 2005 | Posisi 5 | Liga Indonesia Divisi Utama |
| 2006 | Posisi 12 | Liga Indonesia Divisi Utama |
| 2007 | Posisi 5 | Liga Indonesia Divisi Utama |
| 2008/09 | Posisi 3 | Liga Super Indonesia |
Eka Ramdani Tampil, Persib Percaya Diri
Dokter tim Persib, dr. Rafi Gani mengatakan, kondisi Eka sudah pulih, sedangkan Satoshi Otomo dipastikan tidak akan diturunkan karena kaki kirinya masih masih bermasalah. Menurut Rafi, Eka absen berangkat ke Malang bukan karena memar akibat benturan, tetapi karena tiba-tiba demam yang melanda sebelum keberangkatan.
"Eka masih latihan terpisah dari pemain yang lain karena penyesuaian kebugaran. Namun, untuk tanding Kamis (22/7) dia akan siap," kata Rafi, seusai latihan di lapangan sepak bola UPI, Jln. Setiabudhi, Kota Bandung, Selasa (20/7).
Rafi mengungkapkan, sang kapten Nova Arianto juga masih menjalani terapi akibat benturan saat bermain melawan Arema pada laga pertama. Menurut Rafi, Nova bermasalah dengan otot betis kiri atau musculus gastrocnemius. Namun, untuk menjamu "Singo Edan", Nova akan siap. "Semua pemain pada dasarnya siap untuk diturunkan, kecuali Satoshi," ujar Rafi.
Sementara itu, Pelatih Persib Robby Darwis mengungkapkan, untuk menghadapi Arema, dirinya tidak akan mengubah pola permainan, tetapi akan melihat situasi di lapangan. Robby mengungkapkan, dirinya telah melakukan evaluasi atas permainan yang ditampilkan Persib saat laga pertama melawan Arema. Menurut dia, Persib bermasalah dengan irama permainan.
"Anak-anak terlalu cepat kehilangan bola. Saat lawan melakukan serangan balik, mereka tidak siap, sehingga penguasaan lapangan kembali keteteran," kata Robby.
Robby mengaku, menargetkan menang pada laga ini. Namun, dia menekankan, para pemainnya harus mengeluarkan kemampuan dan usaha paling maksimal. Jika sudah berusaha maksimal, kata Robby, Persib akan menerima apapun hasilnya. "Kami akan bermain lebih ofensif kali ini. Anak-anak harus bisa membongkar pertahanan lawan," ujarnya.
Terkait kondisi lapangan Stadion Siliwangi yang rusak parah, Robby memilih untuk menerima kondisi tersebut. Menurut dia, sangat kecil kemungkinannya mencari stadion baru untuk menggelar pertandingan dengan waktu yang mepet ini. Jadi, Persib akan disiapkan untuk bermain dengan kondisi lapangan yang ada. "Kalau Siliwangi dinyatakan layak, kami akan pakai yang ada apapun kondisinya," ujar Robby
Source: PR




